Revitalisasi Cabang dan Ranting Muhammadiyah Kab Pekalongan

Usaha Penataan kembali cabang dan ranting Persyarikatan Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan melalui proses pemantapan, peningkatan dan pengembangan Ranting dan cabang ke arah kemajuan dalam berbagai Aspek.

MASALAH YANG ADA DI LINGKUNGAN KITA
1. Jumlah ranting Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan belum berbanding lurus, data di lapangan ada 272/13 desa /kelurahan di kab. Pekalongan, sementara hanya ada 141 berdiri ranting Muhammadiyah, belum lagi ada satu desa yang memiliki lebih daridua ranting.

2. Muhammadiyahdi Kab. Pekalongan memang telah memiliki 15 Cabang dari 19 Kecamatan, tetapi masih ada Enam kecamatan yang belum memiliki cabang yaitu : Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang, Petungkriyono, Karangdadap, Siwalan.

3. Ditemukan banyak ranting muhammadiyah setelah Musycab, karena banyak alas an tidak bias mengadakan Musyran, bias juga karena Kepengurusan PRM yang Stagnan.

4. Masih ditemukan Cabang yang kurang greget dalam mengelola persyarikatan (khususnya Ranting). Ranting kadang menjadi berjalan sendiri tanpa pengawasan dan bimbingan Cabang, atau cabang tidak mengerti apa yang sedang terjadi di Ranting.
5. Banyak amal usaha persyarikatan di Ranting, khususnya Masjid/Musholla belum terurus dengan baik, bahkan ada yang terpaksa dikelola/dimanfaatkan oleh pihak diluar persyarikatan Muahammadiyah.

6. Menurunnya semangat berorganisasi, karena tidak merasa mendapat manfaat dalam berMuhammadiyah sejalan dengan munculnya pragmatis dalam beragama, termasuk pengaruh perkembangan politik di satu pihak dan sedikitnya waktu yang dimiliki disebabkan kesibukannya untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari.

7. Memudarnya Gerakan Jama,ah dan Dakwah Jama’ah pada tingkat cabang dan ranting, walaupun gerakan tersebut dicanagkan tahun 1968

8. Ditemukannya banyak warga dan anak – anak warga muhammadiyah yang lebih tertark dengan gerakan di luar Muhammadiyah, akibat kurangnya perhatian orang tua dan kurang intensifnya pembinaan dari Persyarikatan.

9. Lemahnya pemahaman idieologi Pesyarikatan.

10. Banyaknya amal usahayang tidak dimanfaatkan kader Muhammadiyah untuk mengabdi di AUM, sehingga membuat Kekecewaan pada sebagaian Warga.

11. Renggangnya ikatan silaturrohiim sesama anggota Muhammadiyah sebagai dampak individualisme yang semakin merebak, pengaruh Televisi dan Internet sertamunculnya liberalisme dalam semua lini kehidupan

URGENSI
1. Menghidupkan dan mengaktivkan kembali Ranting dan cabang yang Stagnan

2. Menambah jumlah ranting dalam cabang dan membentuk Cabangbaru di wilayah Kecamatan yang belum ada Cabang Muhammadiyah.

3. Mengantisipasi gencarnya kelompok lain yang merongrong basis persyarikatan yangdapay melemahkan gerakan persyarikatan.

4. Meningkatkan keberagaman anggota dan pemahaman agama menurut paham persyarikatan muhammadiyah.

5. Memberdayakan Ponpes dan Panti Asuhan Muhammadiyah menjadi AUM yang mampu mencetak Kader Militan

6. Konsekuensi logis penggerak Organisasi, mengingat semakin kerasnya persaingan padakar rumput untuk mendapatkan simpati dan semakin kompleksnya permaslahan umay yang butuh penyelesaan.

TUJUAN

Terciptanya kondisi dan perkembang cabang dan ranting di kabupaten Pekalongan yang kuat, madiri, dinamis dan berkemajuan sesuai dengan prinsip dan cita – cita gerakan Muhammadiyah menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar – benarnya.

EKSISTENSI RANTING

Sebagai kesatuan anggota yang sekuarang-kurangnya terdiri dari 15 orang pada suatu tempay (Pasal 9 AD) yang telah memiliki AUM minimal pengajian dan Musholla (ART ayat 5 )PRM bertugas :
1. Menetapkan kebijakan Muhammadiyah di Ranting
2. Memimpin dan Mengendalikan pelaksanaan kebijakan.
3. Membimbing dam meningkatkan kegiatan anggota sesuai kewenangannya ( ART pasal 14)
4. adanya gerakan jama’ah dan dakwah jama’ah

EKSISTENSI CABANG

Cabangsebagai kesatuan Ranting dalam satu tempat (Pasal 9 AD) yang sekurang – kurangnya terdiri dari 3 Ranting (pasal 6 ART) telah memiliki :

1. Kantor/Sekretariat
2. Pengajian berkalan Minimal sebulan sekali
3. Pengajian Mubaligh minimal sebulan sekali.
4. Korps Mubaligh minimal 10 Orang
5. TPQ dan atau Madrasah Diniyah ? PAUD
6. Usaha lain dalam bidang Sosial, ekonomi, kesehatan.

TUGAS PCM (pasal 13 ART)

1. Menetapkan Kebijakan Muhammadiyah di Cabang
2. Memimpin dan mengendalikan pelaksanaan kebijakan.
3. Mwembimbing dan meningkatkan amal usaha serta kegiatan ranting dan cabangsesuai kewenangannya.
4. Membina, membimbing, Menginterigasikan dan mengkoordinasikan kegiatan.

EKSISTENSI AUM

AUM yang tumbuh dan berkembang serta berserakan di Cabang dan ranting pada hakekatnya adalah sebagai sarana Dakwah bagi persyarikatan dan sekaligus sebagai wahana pembibitan kader persrsyarikatan. Kepala AUM melaksanakan pembinaan internal/ekternal agar karyawan AUM bahwa dirinya adalah sebagai subjek dan objek media dakwah Muhammadiyah sesuai dengan fungsinya.

KEBIJAKAN UMUM

1. PDM dan PCM mengaktifkan kembali cabang atau ranting yang statis dan program gerakan jama’ah dan dakwah jama’ah

2. PDM dan atau PCM berusaha membentuk cabang dan atau ranting baru atau memekarkan Cabang dan atau ranting yang telah mandiri, kuat, memiliki kemampuan dan sumberdaya.

3. PDM, PCM dan PRM mengadakan pembinaanterjadwal dan berkesinambungan.

4. Menggiatkan rapat rutin dengan dihadiri mayoritas anggota PDM, PCM, PRM

5. Menyelenggarakan, menghidupkan dan menyemarakan pengajian :
a. Pimpinan
b. Pengajian Khusus
c. Pengajian Umum

6. Menyelenggarakan berbagai Kursus bagi pengembangan bakat, dan Kemampuan anggota termasuk Darul Arqam bagi anggota PDM, PCM, PRM, Pimpinan Ortom tingkat daerah maupun Cabang.

7. Melaksanakan Darul atau Baitul Arqam bagi putra – putri PDM, PCM, PRM dan anggota Muhammadiyah yang bersekolah di luar sekolah – sekolah Muhammadiyah.

8. Menambah jumlah dan meningkatkan Kualitas AUM termasuk persertifikatan tanah – tanah milik Muhammadiyah pada setiap level kepengurusan.

9. Meningkatkan Konsolidasi, komukisai dan jaringan intensif dengan seluruh majlis dan ortom tingkat daerah atau cabang khususnya dengan Aisyiyah.

10. Mengembangkan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam berbagai aspek, seperti Pertanian, Perkebunan, perternakan, perdagangan, perkoperasian atau kegiatan ekonomi mikro.

11. Menggerakan Pimpinan di semua level untuk berlangganan suara Muhammadiyah, melengkapi perkantoran sebagai pusat gerakan yang memadai sesuai tuntutaan zaman.

SASARAN YANG HENDAK DICAPAI
1. Terbentuknya Cabang baru

2. Terbentuknya Ranting baru, minimal satu ranting di setiap Cabang dan mengindentifikasi peng-SK-an Cabang dan Ranting oleh PDM bagi cabang dan Ranting yang Sknya belum ada atau hilang.

3. Terwujudnya ssatu cang Percontohan atau unggulan di tingkat PDM setiap tahunnya.

4. Terwujudnya satu ranting percontohan atau unggulan di tingkat PCM setiap tahunnya.

5. Persertifikatan tanahmilik Muhammadiyah.

6. Bertambanhnya AUM pada setiap level, termasuk Pondok Pesantren atau Panti Asuhan, Panti Jompo/Lansia sesuai kemampuan , kesempatan dan peluang yang ada.

7. Terwujudnya kantor dan sekaligus pusat kegiatan persyarikatan yang ideal dan representative sesuai perkembangan zaman pada setial level, dalam kurun waktu 2010 – 2015

8. Terealisasinya rapat rutin pengurus satu bulan sekali di semua level kepepimpinan

9. Terselenggaranya rapat koordiansi Pengurus PCM dan atau PRM dengan ketua Ortom dan unsure pembantu tingkat cabang minimal setengah tahun sekali.

10. Terselenggaranya pembinaan PDM atas PCM dan PCM atas PRM dengan berbagai model minimal 3 bulan sekali oleh PDM ke PCM dan sebulan sekali oleh PCM ke PRM

11. Khusus pembinaaPRM atas anggota, simpatisan dan atau kelompok minimall seminggu sekali, ditujukan untuk melahirkan anggota yang istiqomah, kuat dalam Tauhidnya dan lurus dalam ibadahnya serta gairah dalam berorganisasi dan tidak mudah terpenegaruh gejolak di luar Muahammadiyah

12. Cabang merintis/membuat satu proyek percontohan AUM yang ada kaitannya dengan peningkatan hidup anggota/simpatisan.

13. Menghidupkan kembali gerakan jama’ah dan dakwah jama’ah, yang akan mensejahterahkan Masjid/musholla, mubaligh dan para pengajar.

14. Menyuburkan gerakn kembali ke Masjid sebagai pusat ibadah, pusat gerakan, tempat kegiatan keagamaan secara rutin, terarah, terpadu, dan berkesinambungan sesuai dengan kebijakan persyarikatan.

———————–

Grosir kaos murah dengan desain kaos yang keren bisa didapatkan disini.