Hukum Taruhan Bola dalam Islam adalah Haram

Taruhan bola semakin menjadi-jadi. Dengan adanya siaran bola secara langsung di televisi, para penggila bola semakin bernafsu untuk bertaruh pada tim andalannya. Jika tidak ada taruhan, sepertinya menonton bola menjadi tidak seru atau hambar.

Ditambah lagi banyaknya agen judi bola online yang menjanjikan uang kemenangan besar karena bandarnya merupakan bandar internasional dengan modal besar dan peserta yang sangat banyak.Mungkin andapun tertarik dengan taruhan ini, tetapi anda harus tahu tentang Hukum Taruhan Bola dalam Islam agar anda tidak salah melangkah.

Di dalam Al Qur’an, terdapat hukum yang sangat jelas tentang judi ini.  Kita mulai dengan surat Al Baqarah ayat 219 yang artinya adalah “Mereka menanyakan kepadamu tentang khamar dan judi.

Katakanlah, ‘Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Namun dosanya lebih besar dari manfaatnya.’ Dan mereka kepadamu tentang apa yang mereka infakkan. Katakanlah, ‘Kelebihan (dari apa yang diperlukan)’. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan.”

Dalam surat diatas diterangkan bahwa dosa judi lebih besar daripada manfaatnya. Manfaatnya hanya didapatkan jika kita menang yang kemungkinannya 50-50 atau bahkan kurang jika taruhan dilakukan dengan sistem pertaruhan berdasarkan skor akhir.Jika kita kalah kita akan rugi. Kerugian ini akan semakin besar karena judi bisa menyebabkan kecanduan.

Gratis - 4 Buku yang Amazing tentang Panduan Meraih Sukses Islami. DOWNLOAD Sekarang.

Saat kalah kita merasa penasaran sehingga akan bermain sampai menang. Setelah menang, kita ingin menang lagi sehingga bertaruh lagi dan akhirnya kalah besar.Dilihat dari berbagai sisi dan dari berbagai pengalaman, judi sebenarnya merugikan.

Bahkan ahli judi pun menyarankan agar para penjudi menggunakan uang sisa atau kelebihan dari kebutuhan sehari-hari yang jika kehilangan uang tersebut anda tidak akan mendapatkan masalah. Sesuai dengan firman Allah diatas, lebih baik kelebihan itu diinfakkan. Jelas-jelas hal tersebut menguntungkan.

Pada judi terdapat dosa besar karena selain bisa menyakiti diri sendiri saat kita kalah, dampak kekalahan juga bisa dirasakan oleh orang disekitar kita. Penjelasanya adalah saat berjudi dan kalah, banyak orang yang meminjam uang untuk bisa bermain lagi dan meminjam lagi saat kalah untuk yang kesekian kalinya. Hutang yang besar bisa berdampak pada keluarga.

Saat menangpun, judi juga menghasilkan dosa karena uang kemenangan yang didapatkan berarti kerugian bagi pihak yang kalah.

Di dalam Islam, merugikan orang lain dengan sengaja adalah dosa. Oleh karena itulah, dari segala sisi, judi terdapat dosa didalamnya yang lebih besar dari manfaat.

Selain ayat tersebut, ada juga ayat dalam surat Al Maidah ayat 90 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan.Maka jauhilah itu agar kamu beruntung.”

Tentunya kita tidak mau mengikuti setan bukan? Walaupun tujuan berjudi hanyalah untuk bersenang-senang dan kehilangan uang tidak menjadi masalah bagi anda, berjudi tetap saja perbuatan keji dan perbuatan setan.Judi hanya membawa ketidakberuntungan bagi kita.

Mungkin ketidakberuntungan itu tidak terasa langsung, tetapi bisa saja terjadi setelah beberapa lama.

Selain itu Allah juga menambahkan pada ayat selanjutnya yaitu “Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu dan mengalangi dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu mau berhenti ?”

Banyak sekali cerita teman yang menjadi musuh karena kalah taruhan.Judi juga membuat kita tidak bisa meninggalkan pertandingan untuk sholat karena kita takut jika ada kejadian yang bisa membuat kita kalah.Sebelum Allah membenci kita dan kita menjadi orang yang tidak beruntung, jauhilah judi.

9 Ilmu Online Paling Ampuh yang akan Membuatmu Makin Pintar dan Tajir. Pelajari ilmunya disini.