Cara Menanamkan Pendidikan Islami kepada Anak

Anda ingin agar anak Anda mendapatkan pendidikan islami dengan baik? Ini dia rahasia besar mendidik anak agar bisa mampu mendapatkan pendidikan islami yang baik. Apakah cukup dengan menitipkan anak ke pesantren?

Memasukkan nya ke sekolah Islam saja? Ternyata tidak.

Ada banyak anak-anak yang oleh para orang tuanya dititipkan ke pesantren dengan harapan akan mampu mendapatkan pendidikan islami yang baik, namun pada akhirnya setelah selesai menempuh pendidikan dan kembali kepada orang tua, ia malah membuat malu orang tuanya dengan melakukan berbagai tindakan buruk di tengah masyarakat.

Siapapun kita sebagai orang tua tentunya tak ingin memiliki seorang anak yang membuat malu orang tua karena kurangnya pemahaman agama yang dimiliki. Oleh karena itu, kita harus tau bagaimana menanamkan pendidikan islami kepada anak sehingga islam tidak hanya menjadi pengetahuan bagi si anak, tanpa pengamalan dalam akhlak sehari-hari.

Berikut ini beberapa tips penting untuk menjadikan seorang anak mendapatkan pendidikan islami dengan baik, baik soal pengetahuan maupun akhlak prilaku:

1. Dimulai dari memilih sang ibu
Untuk mendapatkan anak shaleh memang harus dimulai dari bagaimana Anda mendapatkan ibu atau suami bagi anak-anak Anda kelak. Seorang anak sholeh pada umumnya akan terlahir dari seorang ibu yang shaleh, sebab ia tau bagaimana cara mendidik anak agar menjadi shaleh sejak sebelum ia diproses di dalam rahim, hingga saat ia di dalam kandungan dan kemudia lahir ke muka bumi.

Ibu adalah sosok yang sangat dekat dengan seorang anak. Oleh karena itu, temukan seorang ibu shalehah untuk anak-anak sholeh Anda kelak.

2. Dilanjutkan di alam kandungan
Setelah sukses memilih seorang ibu yang shalehah, maka selanjutnya adalah menanamkan pendidikan islami kepada anak sejak ia berada di dalam kandungan sang ibu.

Ada banyak cara menyampaikan pendidikan islami kepada anak sejak dalam kandungan, diantaranya adalah mengajak janin mendengarkan tilawah Al Quran dari mulut orang tuanya secara langsung, mengajari janin mengenal huruf-huruf hijaiyah, mengajari janin membaca ayat-ayat pendek, mengingatkan anak akan seruan adzan dan mengajaknya berwudhu, mengajaknya bangun malam untuk menunaikan qiyamullail dan sebagainya.

Semuanya itu merupakan bagian dari pendidikan islami di alam kandungan.

3. Menyambut kelahiran dengan kewajiban
Beberapa kewajiban orang tua terhadap anak dimulai dari kelahiran diantaranya adalah; mengadzankan, tahnik, cukur rambut, aqikah, memberi nama yang baik, memerintahkan shalat, memberikan pendidikan islami, mencarikan jodoh yang shaleh dan sebagainya.

Setelah anak lahir, maka kewajiban orang tua untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan islami yang baik kepada anak. Pendidikan islami yang sudah dimulai semenjak alam kandungan biasanya lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan yang tidak dididik sejak di usia kandungan.

Orang tua punya kewajiban untuk menanamkan nilai-nilai islami dalam diri seorang anak, tentunya dengan dibarengi contoh teladan dari para orang tua. Saat ini yang terjadi justru sebaliknya, para orang tua menyuruh anak-anaknya menjalankan ibadah dan menempuh pendidikan islami, namun mereka sama sekali tak melakukannya.

Mari kita tanamkan pendidikan islami pada anak sedini mungkin. Sebab jika telah dewasa baru diajarkan, akan sangat sulit untuk dilaksanakan.

Orang tua yang gagal adalah orang tua yang tak pernah menanamkan pendidikan islami kepada anak-anaknya. Pertanggung jawaban para orang tua langsung pada Allah SWT, bukan lagi urusannya ke sosial masyarakat.