Bersedekah Islami melalui Jalan Social Entrepreneurship

Social enterpreneur merupakan wirausaha bisnis yang memiliki manfaat sosial bagi masyarakat. Usaha bisnis yang dibangun tidak semata-mata untuk mengkayakan usaha bisnis pribadi, namun juga memiliki nilai-nilai manfaat yang besar untuk orang lain.

Social enterpreneur biasanya lahir dari ide-ide mulia seseorang yang ingin memberikan sumbangsih tertentu kepada masyarakat di bidangnya. Misalnya bidang sosial, ekonomi, kesehatan, budaya dan sebagainya. Seorang yang memiliki jiwa usaha yang mantap biasanya akan merintis salah satu jenis usaha bisnis sosial yang lahir dari ide cerdasnya.

Ada banyak contoh social enterpreneur yang ada di masyarakat saat ini, sebagai contoh seperti Lembaga Amil Zakat (LAZ), koperasi dan sebagainya. Banyak sekali usaha bisnis yang dikelola dengan menekankan nilai kebermanfaatan sosial bagi masyarakat luas.

Di dalam berbagai even kompetisi ide bisnis, biasanya yang dicari adalah usaha bisnis yang memiliki nilai-nilai sosial yang tinggi seperti ini. Jadi bagi Anda yang hobi mengikuti even kompetisi ide bisnis, sudah saatnya Anda mampu menemukan ide-ide bisnis yang kaya akan nilai-nilai manfaat sosial yang tinggi bagi masyarakat.

Sebab dengan cara ini, masyarakat akan menjadi senang dengan keberadaan bisnis yang kita kelola, karena mereka tidak merasa sedang berhubungan dengan orang yang berjualan, tetapi dengan pihak yang sedang berupaya untuk membantu mereka:

Bagaimana tips membangun social enterpreneur? Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda coba:

1. Temukan sebuah ide yang memiliki nilai manfaat sosial yang tinggi dengan tidak melupakan keuntungan bisnis untuk Anda sang pemilik bisnis. Ini berguna untuk menghidupi Anda dan agar tetap selalu semangat dalam mengelolanya.

2. Targetkan pihak-pihak yang akan menjadi relasi Anda membangun usaha bisnis. Cara ini bisa dilakukan untuk menambah sumber-sumber finansial bisnis. Biasanya untuk bantuan kepada masyarakat, kalangan swasta dan pemerintah memiliki ruang untuk diajak bekerja sama. Maka pandai-pandailah menemukan relasi.

3. Membangun jaringan bisnis social enterpreneur akan membantu menjaga eksistensi usaha bisnis Anda. Kemampuan melobi dan negosiasi memang sangat dibutuhkan oleh para pengelola social enterpreneur tersebut.

4. Anda sedang mengelola sebuah usaha bisnis yang mulia, jadi bila Anda sedang mengalami masa-masa rugi, tetap bersabar dan teruslah berjuang. Usaha besar memang harus didahului dengan hal-hal kecil yang terasa pahit.

5. Seberapa besar kebermanfaatan Anda bagi masyarakat, maka sejauh itulah kepedulian masyarakat terhadap perkembangan usaha bisnis Anda.

6. Jangan hanya berniat menjalankan usaha bisnis, namun berpikir juga lah bahwa Anda sedang melakukan aktivitas sosial yang bermanfaat untuk orang lain.

Social enterpreneur biasanya lahir dari ide orang-orang yang biasa memiliki jiwa-jiwa sosial dalam berbisnis. Mampu memetakkan pihak-pihak yang nantinya terlibat dalam lingkaran usaha bisnisnya, sehingga ia bisa mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan seperti misalnya resiko kerugian.

Menjalankan usaha bisnis sosial memang menuntut Anda untuk menggandeng pihak lain untuk bergabung bersama di dalam bisnis Anda selain masyarakat itu sendiri. Biasanya bisa berupa mitra bisnis, pihak relasi, donatur dan sebagainya.

Para pengelola social enterpreneur akan dikenal masyarakat, karena ia memiliki peran yang besar bagi masyarakat itu sendiri. Dampak positif yang selalu diharapkan oleh masyarakat tentunya adalah nilai ekonomis yang bisa mereka dapatkan dari keberadaan usaha bisnis sosial Anda. Meskipun banyak lagi usaha bisnis sosial lagi seperti bidang kesehatan, pendidikan, budaya dan sebagainya.