Bagaimana Hukum Kegiatan Trading (Saham, Emas, Forex, Derivatif) dalam Islam?

Kegiatan trading atau jual beli saham, emas, forex (mata uang asing), dan lain-lain bisa mendatangkan keuntungan besar dalam waktu yang singkat.Hal inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk menginvestasikan uang mereka.

Namun halal dan tidaknya kegiatan ini masih menjadi perdebatan dikalangan masyarakat dan bahkan dikalangan ulama.

Hukum Kegiatan Trading (Saham, Emas, Forex, Derivatif) dalam Islam sendiri sebenarnya tidak dijelaskan secara eksplisit di dalam Al Qur’an dan Hadist, tetapi kita bisa mengambil pelajaran dan persamaan dari beberapa ayat yang berhubungan dengan ciri-ciri trading tersebut.

Dalam hal ini, kita harus melihat dari banyak sisi dan juga harus berhati-hati dalam menterjemahkan setiap ayat karena perbedaan pola pikir dan pendapat akan sering terjadi.

Hukum pertama yang perlu kita perhatikan adalah hukum tentang judi. Allah telah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 219 bahwa pada judi terdapat dosa yang lebih besar dari manfaatnya. Kemudian Allah menambahkan dalam surat Al Maidah ayat 90 bahwa berjudi dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan perbuatan setan.

Gratis - 4 Buku yang Amazing tentang Panduan Meraih Sukses Islami. DOWNLOAD Sekarang.

Jika kita melihat hukum judi diatas, sebenarnya hampir semua kegiatan trading merupakan bentuk judi yang dilarang karena berasaskan pada pertaruhan atau spekulasi yang tidak pasti yang bisa menimbulkan kerugian yang besar.Yang dicari pada kegiatan trading yang biasa disebut dengan investasi adalah semata-mata mencari untung berdasarkan perbedaan harga beli dan harga jual sesuai dengan pergerakan pasar.

Kita tidak membeli barang karena alasan barang tersebut bermanfaat jika dibeli putus.Alhasil kita bertaruh pada kondisi pasar yang tidak pasti. Walaupun banyak ahli yang bisa menganalisis kemana pasar akan bergerak, tetapi tidak pernah ada yang bisa memastikan bahwa analisis mereka benar.

Hal ini jugalah yang membuat banyak orang mengalami kerugian besar karena keadaan pasar berubah ke arah yang tidak sesuai dengan perkiraan.

Namun, dilain pihak ada orang yang menganggap trading sebagai bentuk jual beli yang sesuai dengan syariat Islam karena ada barang yang diperjualbelikan.

Untuk pandangan seperti ini, hukum trading akan menjadi halal jika benar-benar ada barang yang diperjualbelikan yang bisa kita manfaatkan walaupun tidak kita jual lagi.

Saat membeli emas kita harus mendapatkan emasnya. Jika kita membeli emas tetapi hanya mendapatkan suratnya saja, maka bagaimana kita bisa memanfaatkan emas yang kita beli itu?

Jika perusahaan