Kemuliaan untuk Membangun Gaya Hidup Sederhana

31 Jul 2015 In: Motivasi Islami

Di dalam paham kapitalis, kebahagiaan selalu diukur dengan banyak sedikitnya materi yang dimiliki. Bahkan saat ini, sebagian kalangan masyarakat terkesan berpikir bahwa hidup belumlah sah atau lengkap apabila belum memiliki berbagai atribut kemewahan.

Meski sudah hidup dengan layak, namun masih banyak yang merasa belum cukup. Hidup dengan sederhana sepertinya bukan lagi impian atau sudah tidak lagi dianggap ideal. Dan, kalaupun ada yang hidup dengan cara sederhana, hal itu semata – mata karena memang keadaan yang memaksa mereka untuk seperti itu.

Saat ini, budaya hura – hura dan konsumtif sepertinya telah menjadi satu budaya bahkan sudah sangat mengakar di kehidupan manusia. Mimpi dan keinginan untuk dapat hidup mewah sepertinya bukan lagi melanda kalangan menengah ke atas saja namun golongan kurang mampu pun juga ingin bermewah – mewahan. Read the rest of this entry »

Perihal rezeki memang selalu menarik untuk diperbincangkan, bahkan dari kalangan petani, pedagang hingga cendekiawan sering menjadikan topik pembahasan. Rezeki juga seringkali menjadi satu permohonan yang dipanjatkan di dalam doa, hal itu menunjukkan bagaimana pentingnya rezeki bagi kita manusia. Namun sayangnya, banyak terjadi kesalahkaprahan ketika perihal rezeki ini menjadi topik bahasan.

Ada sebagian kalangan yang terjebak ke dalam satu area yang keliru sehingga membuat mereka kemudian mengambil jalan yang berbeda yang tidak berpedoman kepada al-Qur’an dan al-Hadits. kaum muslim seringkali “rela” meninggalkan apa yang sudah menjadi kewajibannya hanya untuk mengejar rezeki.

Kata rezeki atau rizki sendiri dipercaya merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa Arab “razaqa” yang artinya memberi sesuatu. Read the rest of this entry »

Pedoman hidup umat Islam adalah al-Qur’an dan al-Hadits yang sekaligus bukan hanya mengatur cara – cara atau tuntunan beribadah saja namun juga mengatur segala penyelesaian masalah, termasuk dalam hal mencari nafkah.

Rasulullah SAW bersabda: “Bekerjalah untuk duniamu seakan – akan kamu hidup selamanya dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan – akan kamu mati besok”. Namun sayangnya, banyak dari kita yang justru melakukan sebaliknya. Memang si era globalisasi saat ini, kita sebagai manusia produktif senantiasa dituntut untuk bekerja keras, bukan hanya sekadar rajin, setia dan gigih namun juga harus dapat menyeimbangkannya dengan nilai – nilai yang ada di dalam agam Islam.

Produktivitas atau bisa kita sebut sebagai etos kerja dibentuk oleh berbagai macam kebiasaan, pengaruh dan budaya termasuk sistem nilai yang diyakini. Di dalam Islam, kita mengenal kata itaon yang dapat diartikan bekerja dengan sungguh – sungguh dan sempurna. Bagi seorang muslim, etos kerja adalah semangat untuk selalu mengikuti jalan yang lurus, dan hal ini harus dijadikan pedoman oleh siapapun, yang bekerja sebagai apapun. Read the rest of this entry »

Dalam agama Islam, kesuksesan tidak diterjemahkan melalui sisi dunia semata tetapi juga berorientasi pada kehidupan di akhirat. Kesuksesan seperti ini hakiki, dimana seseorang memiliki kepribadian yang tenang, terampil, terencana, tekun, tertib, tegar dan tawadhu. Ia juga mempunyai kredibilitas tinggi serta dapat dipercaya atas kejujuran, kecakapan dan kemampuan untuk selalu mengembangkan diri dunia akhirat.

Setiap manusia diwajibkan berusaha dan berdoa serta menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT. Mencari rejeki yang halal menjadi salah satu upaya yang sangat dianjurkan. Tidak ada salahnya untuk terus berusaha agar menjadi pribadi yang sukses. Namun, seringkali kesuksesan yang identik dengan kehidupan mewah dan kecintaan terhadap dunia berlebihan menjadikan seseorang mendapatkan pengaruh buruk dari harta yang melimpah, sehingga ia menjadi hamba yang lalai.

Rasulullah memperingatkan kepada seluruh umat Beliau tentang besarnya fitnah (kerusakan) harta dan kedudukan duniawi dalam merusak agama dan keimanan seseorang. Read the rest of this entry »

Bagaimana Islam Memandang Kekayaan?

22 May 2015 In: Renungan Islami

Hidup dengan kekayaan yang berlimpah menjadi dambaan banyak orang. seseorang dikatakan sukses apabila ia memiliki harta dan kehidupan yang serba cukup. Pendidikannya juga dianggap bagus apabila mampu membawanya meraih tingkat kesuksesan secara finansial. Lalu, bagaimanakah Islam memandang kekayaan itu sendiri?

Secara garis besar, kekayaan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk terus bertahan hidup dengan gaya hidup yang ada, tanpa harus bekerja. namun, sebenarnya kaya itu relatif. Ada orang yang tetap dapat bertahan hidup setelah berhenti bekerja.

Sebagian besar kondisi tersebut didukung kekuatan finansial yang datang dari pendapatan pasif atau passive income yang diperoleh dari investasi. akan tetapi, adapula orang-orang berpenghasilan tinggi yang tetap merasa tidak kaya sebab gaya hidupnya mempengaruhi cara mereka menggunakan kekayaannya.

Tidak ada yang salah dengan keinginan untuk menjadi kaya. Bahkan mencari kekayaan disyariatkan dalam Islam karena itu berarti mencari rejeki dan berusaha di dunia sebagaimana yang dicantumkan dalam banyak ayat di Al-Qur’an, seperti: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi ; dan carilah karunia Allah” (QS. Al Ahzab: 10). Read the rest of this entry »

Apa arti sukses bagi Anda? Memiliki karier yang baik? Memiliki penghasilan yang banyak? Memiliki rumah mewah? Atau yang lainnya? Setiap orang akan berbeda – beda dalam mengartikan kesuksesan. Dan bagi umat Islam, arti sukses yang sebenarnya telah ditulis di dalam al-Qur’an maupun al-Hadits.

QS 21:110: “Sesungguhnya telah Kami turunkan kepadamu sebuah kitab yang didalamnya terdapat sebab – sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?” (QS 21:110).

Kemuliaan yang tertera di dalam penggalan ayat al-Qur’an tersebut bisa diartikan sebagai kesuksesan.

QS 3:185: Tiap – tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya hanya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah sukses. Kehidupan di dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. Read the rest of this entry »

“Bekerja sebagai ibadah”, pepatah tersebut mungkin sudah banyak kita dengar, namun apakah kita mengetahui bagaimana cara untuk mewujudkannya?

Di dalam Islam, setiap hal yang kita lakukan memang dapat dijadikan sebagai sarana ibadah, selama tidak bertentangan dengan ajaran agama ini.

Namun dalam kenyataannya, meski telah banyak yang mengetahui poin bekerja sebagai sarana ibadah, belum banyak umat Islam yang mengetahui bagaimana cara melakukannya atau mewujudkannya.

Tentu saja, dengan menjadikan pekerjaan yang dilakukan sebagai ibadah, catatan amal yang dimiliki akan semakin bertambah, dan tentunya penghasilan yang didapat akan menjadi barokah. Read the rest of this entry »

Ingin menjadi orang yang lebih baik? Tentunya semua orang ingin. Namun, apakah Anda sudah mengerti bagaimana caranya? Itulah kenyataan yang terjadi. Banyak orang, dalam hal ini muslim, yang mengaku ingin selalu dapat menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Mereka ingin mengubah hidup menjadi lebih baik, namun sama sekali tidak mengetahui bagaimana caranya dan harus mulai dari mana.

Jangan pernah berpikir bahwa mengubah hidup adalah hal yang mudah. Jangan pernah mengira bahwa dengan menjetikkan jari Anda, maka hidup Anda akan seketika berubah.

Perlu Anda ketahui bahwa ketika Anda memutuskan untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik, maka Anda harus siap untuk melakoni setiap prosesnya. Orang – orang yang kita kenal hebat, adalah orang – orang yang telah teruji dan telah melalui setiap proses di dalam diri mereka. Untuk menjadi seperti mereka, kita memerlukan waktu, perjuangan dan melalui setiap tahap dengan gigih dan tabah. Read the rest of this entry »

Islam adalah agama yang bersifat rahmatan lil ‘alamin. Ini berarti agama Islam adalah agama yang membawa kesejahteraan dan rahmat bagi alam semesta. Alam semesta di sini berarti segala macam makhluk yang ada, termasuk manusia, binatang, tumbuh – tumbuhan bahkan makhluk gaib.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT di dalam surah al-Anbiya 107 yang artinya, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi alam semesta”. Oleh karena itu pula, manusia sangat diharamkan oleh Allah untuk berbuat semena – mena terhadap sesama makhluk Allah.

Hal itu sejalan pula dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh al-Imam al-Hakim yang berbunyi,” Siapa yang dengan sewenang – wenang membunuh burung, atau hewan lain yang lebih kecil darinya, maka Allah akan meminta pertanggungjawaban kepadanya”. Read the rest of this entry »